Sumenep, PantauJatim.com – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, S.Pd., M.Pd., berhasil meraih penghargaan sebagai pembaca berita berbahasa Madura dengan jumlah like terbanyak dalam kompetisi pembacaan berita berbahasa Madura antarlembaga dan organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Sumenep.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, pada Sabtu (31/10/2026). Kompetisi ini diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Sumenep dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 sekaligus Hari Radio ke-81.

Penghargaan diberikan kepada tiga pembaca berita terbaik berdasarkan hasil seleksi yang dilaksanakan oleh RRI Sumenep. Dalam kompetisi tersebut, Dr. Rusliy berhasil memperoleh apresiasi tertinggi dari masyarakat melalui jumlah tanda suka (like) terbanyak.
Saat dikonfirmasi awak media terkait penghargaan yang diraihnya, Dr. Rusliy menyampaikan bahwa capaian tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Madura.
“Saya berharap bahasa Madura, terutama tingkatan engghi bhunten, tetap terlestarikan dan tidak punah. Karena itu, edaran kami tentang satu hari berbahasa Madura di sekolah dengan tingkatan engghi–enten dan engghi-bhunten harus dilaksanakan, terutama pada jenjang SMA, SMK, dan SLB,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelestarian bahasa Madura harus didukung melalui implementasi kurikulum muatan lokal. Menurutnya, mata pelajaran bahasa Madura sebagai muatan lokal wajib harus benar-benar dilaksanakan di seluruh jenjang pendidikan.
“Di samping itu, kurikulum muatan lokal wajib bahasa Madura sebagai mata pelajaran di sekolah juga harus diimplementasikan di semua jenjang,” tegasnya.
Penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan dan masyarakat untuk semakin mencintai, menggunakan, serta menjaga kelestarian bahasa Madura sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Madura.
Melalui pembiasaan berbahasa Madura di lingkungan sekolah, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu memahami bahasa daerahnya, tetapi juga terbiasa menggunakan unggah-ungguh atau tata krama berbahasa sesuai tingkatan tutur, sehingga nilai-nilai budaya Madura tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (Editor: Tim Tondo)