SUMENEP, PANTAU JATIM — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengidentifikasi lima jenazah korban kecelakaan KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Hasil pemeriksaan medis forensik mengungkap fakta bahwa seluruh korban meninggal dunia bukan disebabkan oleh luka bakar, melainkan akibat tenggelam dan kelemasan saat berada di laut.
Ringkasan Fakta Kunci Tragedi KMP Mutiara Sentosa II
- Lokasi Kejadian: Perairan utara Kabupaten Sumenep, sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Jawa Timur.
- Total Penumpang Terdata: 238 orang berada di dalam kapal saat insiden terjadi, termasuk 25 ABK yang dipastikan selamat.
- Korban Meninggal Dunia: 5 orang teridentifikasi di RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya.
- Penyebab Kematian Hasil Otopsi: Asfiksia (kelemasan akibat menelan air laut saat bertahan di perairan), bukan karena luka bakar api.
- Pusat Layanan Informasi DVI: Polda Jatim membuka hotline pusat informasi bagi keluarga korban di nomor 0851-9044-7911.
Hasil Investigasi Medis dan Detik-Detik Penyelamatan Korban
Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Wahono Edhi P menjelaskan bahwa kondisi fisik kelima korban utuh tanpa adanya luka bakar berat akibat kobaran api di atas kapal. Ketika kebakaran melanda bagian buritan KMP Mutiara Sentosa II pada Minggu pagi, para penumpang terdesak menuju haluan sebelum akhirnya banyak yang nekat melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Dalam situasi terombang-ambing diterjang ombak, para korban mengalami kelemasan berat akibat hipotermia dan masuknya air laut ke saluran pernapasan.
Operasi DVI Polda Jatim bersama Basarnas, RS Bhayangkara, dan tim forensik Universitas Airlangga bekerja maraton dalam memverifikasi data antemortem dan postmortem. Sejumlah jenazah korban yang telah teridentifikasi secara medis kini telah diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di daerah asal masing-masing, meliputi wilayah Jawa Timur, Sumatera, hingga Sulawesi.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan DPRD Jawa Timur memastikan penanganan dampak tragedi ini dilakukan secara menyeluruh. Selain mengawal hak santunan bagi seluruh penumpang, pihak berwenang juga menyiagakan tim pendampingan medis serta layanan trauma healing guna memulihkan kondisi psikologis para penyintas yang berhasil dievakuasi selamat ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.