Sumenep, pantaujatim.com/ — SMA Negeri 2 Sumenep terus memacu kesiapan siswa kelas XII dalam menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026. Sekolah tersebut menyiapkan enam kali simulasi atau try out TKA sebagai bagian dari strategi meningkatkan kesiapan akademik sekaligus mendorong capaian nilai siswa agar melampaui rata-rata nasional.
Hingga Rabu (30/9/2026), tiga dari enam simulasi yang direncanakan telah dilaksanakan. Sementara itu, tiga simulasi berikutnya akan dilaksanakan secara bertahap sebagai bagian dari rangkaian persiapan siswa menghadapi TKA 2026.
Enam simulasi tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan sejumlah lembaga dan pihak terkait. Rinciannya, satu kali bersama Ganesha Operation (GO), dua kali bersama Edubrand, satu kali bersama Bintang Pelajar, serta dua kali bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Negeri 2 Sumenep, Doddy Yanuar Aryanto, S.Kom., menjelaskan bahwa mata pelajaran pilihan dalam TKA telah disesuaikan dengan pilihan masing-masing siswa. Pilihan tersebut ditetapkan berdasarkan surat pernyataan yang ditandatangani siswa bersama orang tua atau wali.

“Untuk mata pelajaran pilihan sudah sesuai dengan pilihan murid melalui surat pernyataan yang ditandatangani murid dan orang tua atau wali,” jelas Doddy.
Menurut Doddy, pelaksanaan simulasi secara berulang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengetahui perkembangan kemampuan akademiknya. Hasil setiap simulasi juga menjadi bahan evaluasi sekolah untuk memetakan tingkat kesiapan siswa menghadapi TKA.
“Pelaksanaan simulasi secara berulang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengetahui perkembangan kemampuan akademiknya. Hasil setiap simulasi juga menjadi bahan evaluasi sekolah dalam memetakan tingkat kesiapan siswa menghadapi TKA,” katanya.
Doddy mengatakan terdapat perkembangan positif pada rata-rata hasil simulasi siswa secara keseluruhan. Dibandingkan dengan hasil simulasi sebelumnya, rata-rata nilai mengalami peningkatan sekitar lima persen.
“Secara umum masih di bawah rata-rata nasional. Namun, sudah ada beberapa siswa secara individu yang melampaui rata-rata nasional, bahkan ada yang memperoleh predikat istimewa,” ungkap Doddy.
Peningkatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk menentukan materi yang masih perlu diperkuat. Siswa yang memperoleh hasil rendah mendapatkan pendampingan melalui analisis butir soal bersama guru pembina. Materi yang tingkat penguasaannya masih rendah kemudian diperkuat dan diulang agar siswa semakin memahami konsep yang diujikan.

“Untuk murid yang memperoleh nilai rendah, upaya sekolah adalah melakukan analisis butir soal bersama guru pembina. Terhadap materi atau soal yang hasilnya masih rendah, dilakukan penguatan dan pengulangan materi agar siswa lebih memahami konsep serta mampu meningkatkan hasil belajarnya,” imbuh Doddy.
Pelaksanaan enam kali simulasi tidak hanya diarahkan untuk mengukur capaian akademik siswa, tetapi juga membiasakan mereka menghadapi pola, sistem, dan suasana tes. Dengan latihan yang dilakukan secara bertahap, siswa diharapkan semakin mengenali kemampuan dirinya dan dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah.
Doddy menegaskan bahwa berbagai persiapan tersebut memiliki target yang jelas, yakni meningkatkan rata-rata nilai TKA sekolah sehingga dapat melampaui rata-rata nasional.
“Targetnya, nilai rata-rata TKA sekolah di atas nilai rata-rata TKA nasional,” tegas Doddy.
Target tersebut menjadi dorongan bagi SMA Negeri 2 Sumenep untuk terus memperkuat persiapan siswa kelas XII. Evaluasi hasil simulasi, pemetaan kemampuan, penguatan materi, serta pendampingan bagi siswa yang masih mengalami kesulitan menjadi bagian dari strategi sekolah dalam meningkatkan kesiapan menghadapi TKA 2026.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Sumenep, Agung Setiawan, S.Pd., mengatakan bahwa peningkatan capaian seluruh siswa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk orang tua. Menurutnya, sekolah perlu membangun sinergi dengan keluarga agar pendampingan siswa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita melibatkan semua pihak. Dalam waktu dekat, sekolah akan mengundang seluruh orang tua siswa kelas XII untuk membangun sinergi dalam mendukung keberhasilan siswa, tidak hanya dalam menghadapi TKA, tetapi juga dalam mempersiapkan peluang melanjutkan pendidikan melalui jalur SNBP maupun jalur lainnya,” ujar Agung.
Menurut Agung, sekolah juga menyediakan berbagai alternatif pendampingan melalui try out yang diselenggarakan oleh Edubrand, Ganesha Operation (GO), Bintang Pelajar, serta guru mata pelajaran masing-masing. Berbagai kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih menghadapi soal sekaligus mengetahui perkembangan kemampuan mereka.
Sebagai langkah antisipasi terhadap siswa yang capaian nilainya masih rendah, sekolah melakukan latihan secara berkala. Pada semester 5, guru tidak hanya dituntut menuntaskan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan try out pada mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. Hasil latihan tersebut menjadi bahan untuk mengetahui materi yang masih perlu diperkuat.
Memasuki semester 6, sekolah menargetkan materi pembelajaran telah tuntas sehingga kegiatan dapat lebih difokuskan pada try out, penguatan materi, dan pendampingan siswa. Mata pelajaran yang tidak diujikan dalam TKA juga dapat dimanfaatkan untuk memberikan latihan pada mata pelajaran pilihan yang membutuhkan penguatan, termasuk mata pelajaran seperti Sosiologi.
“Sebagai langkah antisipasi terhadap siswa yang capaian nilainya masih rendah, sekolah berharap seluruh siswa dapat mencapai nilai di atas rata-rata nasional. Pada semester 5, guru tidak hanya menuntaskan materi pembelajaran, tetapi juga memberikan try out secara berkala pada setiap mata pelajaran yang diujikan dalam TKA. Memasuki semester 6, sekolah menargetkan pembelajaran sudah tuntas sehingga kegiatan dapat difokuskan pada try out dan penguatan kemampuan siswa,” kata Agung.
Dengan strategi tersebut, SMA Negeri 2 Sumenep berupaya memastikan peningkatan hasil simulasi tidak hanya terjadi pada sebagian siswa, tetapi juga mendorong peningkatan capaian akademik siswa kelas XII secara keseluruhan. Evaluasi berkelanjutan, penguatan materi, latihan berkala, dan sinergi dengan orang tua menjadi bagian dari persiapan sekolah untuk mencapai target rata-rata nilai TKA di atas rata-rata nasional. (Editor: Tim Tondo)