Mataram, PantauJatim.com — Komunitas Musik Tong-Tong Angin Ribut asal Sumenep turut memeriahkan parade MotoGP Mandalika di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (7/10/2026). Penampilan tersebut membawa tema Keris Madura sebagai identitas budaya Sumenep di hadapan masyarakat Lombok dan pengunjung rangkaian ajang balap internasional itu.
Fakta Utama
- Angin Ribut membawa 60 orang, terdiri atas 50 pemusik dan 10 penari.
- Persiapan penampilan dilakukan selama kurang lebih dua pekan.
- Penampilan ini menjadi pengalaman pertama Angin Ribut di Lombok.
- Tema pertunjukan yang dibawa adalah Keris Madura.
Angin Ribut Kenalkan Seni Madura
Perwakilan Komunitas Musik Tong-Tong Angin Ribut Sumenep, Mohamad Ismadi Huda, mengatakan keikutsertaan mereka dalam parade menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kesenian Madura kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami mengusung tema Keris Madura. Keris itu berasal dari ataupun merupakan julukan dari Kota Sumenep, Kota Keris,” ujar Ismadi sebagaimana dikutip ANTARA.

Menurut Ismadi, penggunaan nama Madura dalam tema pertunjukan juga menegaskan bahwa musik tong-tong merupakan kesenian yang tumbuh dan berkembang di berbagai wilayah Pulau Madura. Angin Ribut menyiapkan penampilan tersebut selama kurang lebih dua pekan sebelum berangkat ke Lombok.
Komunitas itu melibatkan 60 orang dalam parade, terdiri atas 50 personel pemusik dan 10 penari. Penampilan di Mataram menjadi pengalaman pertama mereka tampil di Lombok setelah sebelumnya mengikuti berbagai festival di sejumlah daerah, termasuk di Jalan Malioboro, Yogyakarta, pada 2023.
Penampilan Angin Ribut juga menarik perhatian Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal. ANTARA melaporkan, ia mengunjungi dekorasi pertunjukan dan naik ke atas dekorasi untuk melihat langsung penampilan komunitas tersebut.
Sambutan Warga dan Promosi Budaya Sumenep
GoSumenep melaporkan bahwa penampilan musik tong-tong mendapat sambutan positif dari masyarakat Lombok. Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menyebut penampilan itu sebagai kebanggaan bagi Sumenep sekaligus sarana mengenalkan seni daerah kepada masyarakat di luar Madura.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sumenep Faruk Hanafi juga mengapresiasi respons masyarakat terhadap pertunjukan tersebut. Salah seorang pengunjung bernama Susanti menilai musik tong-tong unik dan menghibur.
Musik tong-tong berakar dari alat musik berbahan kayu yang kemudian berkembang melalui perpaduan dengan sejumlah instrumen modern. Kehadiran Angin Ribut dalam rangkaian parade MotoGP menunjukkan bahwa kesenian tradisional Sumenep dapat tampil berdampingan dengan perhelatan olahraga bertaraf internasional.
Ismadi berharap kesempatan tersebut membuka jalan lebih luas bagi musik tong-tong untuk kembali tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika pada masa mendatang. Selain menjadi hiburan, panggung itu diharapkan memperkuat promosi budaya dan pariwisata Sumenep.