Peninjauan Situs Trowulan. Foto: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan.
Kementerian Kebudayaan memulai revitalisasi Museum Majapahit di Kawasan Cagar Budaya Nasional Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Program itu ditandai peletakan batu pertama dan peninjauan sejumlah situs oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Minggu, 13 September 2026.
Revitalisasi dan Penguatan Riset
Menurut ANTARA, revitalisasi diarahkan untuk menghadirkan museum yang lebih representatif sebagai pusat edukasi mengenai peradaban Majapahit. Kementerian juga menargetkan museum dapat mendukung kegiatan budaya dan memberi dampak ekonomi bagi kawasan sekitar.

Peletakan batu pertama revitalisasi Museum Majapahit. Foto: ANTARA/HO-Kementerian Kebudayaan.
Rancangan museum dipilih melalui sayembara dengan konsep ramah lingkungan. Rencana fasilitasnya mencakup panel surya, ruang imersif, teknologi digital, dan ruang rekaman sejarah interaktif.
Revitalisasi berjalan bersama penguatan penelitian di kawasan Trowulan. Peninjauan mencakup Situs Sumur Upas Sentonorejo dan Situs Bhre Kahuripan, dengan perhatian pada penyelamatan artefak autentik dan pemugaran struktur penting.
Analisis pemetaan LiDAR dan ekskavasi arkeologis di Sentonorejo mengindikasikan kawasan itu sebagai pusat Kedaton Majapahit. Temuan di lokasi mencakup struktur hunian, tata kelola air, terakota, batu bata, dan plesteran kapur.
Di Situs Bhre Kahuripan, tim mencatat Yoni Naga Raja bertahun 1294 Saka atau 1372 Masehi. Balai Pelestarian Kebudayaan melanjutkan ekskavasi dan pemugaran struktur pagar serta kawasan situs.
Fadli menyatakan penelitian tidak hanya ditujukan untuk merawat fisik cagar budaya, tetapi juga menyusun narasi sejarah yang edukatif. Struktur arkeologis baru yang ditemukan selama konstruksi direncanakan menjadi koleksi yang dipertahankan di lokasi.
Revitalisasi masih dalam tahap pelaksanaan. Pemerintah mendorong kerja sama pemangku kepentingan agar Museum Majapahit berkembang sebagai ruang pelestarian, penelitian, pendidikan, dan pengenalan warisan Majapahit.