Kasus temperan kereta api di perlintasan sebidang di Jawa Timur sepanjang 2026 tercatat 22 kejadian. Angka tersebut menurun dibandingkan 34 kejadian pada 2025 dan 57 kejadian pada 2024.
Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menyebut penurunan itu merupakan hasil kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten dan kota melalui dinas perhubungan, serta PT KAI Daop 7, 8, dan 9.
Berdasarkan data BTP Kelas I Surabaya, sebanyak 25 orang menjadi korban temperan di perlintasan sebidang sepanjang 2026. Korban terdiri atas sembilan orang luka ringan, empat orang luka berat, dan 12 orang meninggal dunia.
Jumlah perlintasan sebidang di Jawa Timur tercatat 1.172 lokasi per September 2026. BTP Kelas I Surabaya tetap melakukan edukasi agar masyarakat mematuhi peraturan saat melintas karena angka kecelakaan tersebut masih belum mencapai target zero accident.
Kepala BTP Kelas I Surabaya Ferdian Suryo Adhi Pramono mengatakan penanganan perlintasan sebidang di Jawa Timur akan dilakukan dari wilayah barat hingga timur pada 2027 bersama PT KAI di seluruh daerah operasi.
Sumber Referensi
ANTARA News Jawa Timur: https://jatim.antaranews.com/berita/1115383/kasus-temperan-kereta-di-jatim-turun-menjadi-22-kejadian
