Sumenep, PantauJatim Com- Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep mengimbau seluruh siswa untuk senantiasa menjaga ketertiban, keselamatan, kedisiplinan, serta membangun kebiasaan positif sebagai bekal menata kehidupan di masa depan.
Imbauan tersebut disampaikan pada Jumat (28/8/2026) sebagai bagian dari upaya mendorong siswa agar memiliki arah yang jelas dalam berperilaku dan mengambil keputusan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Saat dikonfirmasi awak media PantauJatim, Dr. Rusliy ,S.Pd , M.Pd. Selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Ia mengatakan ” kedisiplinan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menaati aturan, serta fokus dalam belajar akan membentuk kemampuan siswa dalam menata kehidupan dan masa depannya.”
“Jika siswa terbiasa tepat waktu dan fokus dalam belajar, secara otomatis mereka sedang belajar menata kehidupannya di masa depan melalui pembiasaan disiplin diri,” Pesan, Dr.Rusliy, S.Pd. M.Pd ( Jumat, 28 Agustus 2026 )

Selain kedisiplinan di sekolah, siswa juga diingatkan untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Bagi siswa yang telah memenuhi ketentuan untuk berkendara, kelengkapan seperti SIM, STNK, dan helm harus dipenuhi. Siswa juga perlu memahami aturan berlalu lintas, menaati rambu-rambu, serta menjaga sopan santun ketika berada di jalan umum. Kata, Dr.Rusliy, S.Pd., M.Pd.
Ia mengingatkan agar siswa tidak mudah mengikuti kegiatan atau ajakan yang dapat merugikan diri sendiri, termasuk mengikuti aksi demonstrasi tanpa memahami maksud, tujuan, dan konsekuensinya. Keputusan yang tidak dipertimbangkan dengan baik dapat menimbulkan kerugian, kekecewaan, bahkan penyesalan di kemudian hari.
Karena itu, siswa perlu mendapatkan pengawalan dan arahan dari lingkungan sekolah. Kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, wali kelas, guru BK, serta guru lainnya memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan dan memastikan siswa memperoleh informasi serta arahan yang tepat dalam mengambil keputusan.
Di sisi lain, siswa juga diimbau untuk membatasi penggunaan gawai. Gawai hendaknya digunakan seperlunya, terutama untuk kepentingan pembelajaran, seperti sebagai media belajar, sumber informasi, serta alat komunikasi yang efektif.
Penggunaan gawai secara bijak diharapkan dapat membantu siswa memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, bukan justru mengganggu konsentrasi belajar maupun perkembangan karakter.
Melalui imbauan tersebut, Cabang Dinas Pendidikan berharap siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, tertib, bertanggung jawab, mampu menjaga keselamatan diri, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan mengambil keputusan untuk masa depan. ( Editor : Team Tondo )