Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026 Pikat Ribuan Warga dan Wisatawan
SUMENEP, PANTAUJATIM.COM — Ribuan warga dan wisatawan memadati kawasan pusat Kota Sumenep untuk menyaksikan kemeriahan Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026 yang digelar meriah di depan Keraton Sumenep, Jawa Timur, Senin (7/9/2026). Perhelatan akbar yang masuk dalam agenda bergengsi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 ini menampilkan perpaduan harmoni ritmis tabuhan bambu tradisional khas Madura dengan dekorasi kereta seni bercahaya megah dari puluhan sanggar seni terbaik se-Madura.
Ringkasan Fakta Utama
- Agenda Nasional: Masuk dalam kalender resmi Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.
- Warisan Budaya: Musik Tong-Tong telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb).
- Peserta Se-Madura: Diikuti puluhan grup musik tradisional perwakilan Sumenep, Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
- Dampak Ekonomi: Menggerakkan perputaran ekonomi ratusan pelaku UMKM lokal di sepanjang rute parade.
Semarak Harmoni Perkusi Bambu dan Kilau Kereta Seni Madura
Dentu

Kesenian musik tong-tong sendiri telah mengalami metamorfosis panjang, berawal dari instrumen ronda malam sederhana (patrol) penggugah sahur hingga berkembang menjadi seni pertunjukan kolosal yang atraktif. Pengakuan resmi pemerintah melalui penetapan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia semakin mengukuhkan eksistensi tong-tong sebagai identitas kultural kebanggaan masyarakat Pulau Garam di mata nasional.
Selain menjadi panggung ekspresi budaya, perhelatan akbar ini memberikan efek berganda (multiplier effect) yang nyata bagi denyut ekonomi kerakyatan Kabupaten Sumenep. Tingkat hunian hotel di pusat kota tercatat melonjak, sementara ratusan pedagang kaki lima, sentra kuliner tradisional, dan perajin suvenir lokal di sekitar Alun-Alun dan Taman Adipura kebanjiran pembeli sepanjang rangkaian festival berlangsung.
Sumber Referensi
- Jawa Pos — Perpaduan Tradisi dan Kreasi, Festival Tong-Tong Sumenep Sukses Pikat Ribuan Warga
- Media Pribumi — Festival Musik Tong-tong Se-Madura 2026: Bupati Fauzi Dorong Inovasi Tanpa Hilangkan Jati Diri
- Kemendikdasmen RI — Musik Tong-Tong Kabupaten Sumenep Warisan Budaya Takbenda
man ritmis dari instrumen bambu (tong-tong) yang berpadu selaras dengan alunan terompet saronen, kendang, dan gong menggema di sepanjang rute parade malam hari. Setiap kelompok peserta mengarak kereta seni megah berhias ukiran khas Madura berpadu tata cahaya lampu warna-warni, menampilkan replika ornamen kultural seperti naga, burung garuda, dan perahu layar tradisional yang memikat perhatian ribuan penonton dari berbagai daerah.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, saat membuka acara secara resmi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman tradisional yang konsisten merawat tradisi leluhur. Bupati menekankan bahwa festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wahana diplomasi kebudayaan sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk terus berinovasi dalam aransemen musik tanpa menghilangkan jati diri dan pakem asli musik tong-tong Madura.