Tim pengabdian ITN Malang bersama pihak Kelurahan Candirenggo dalam kegiatan penyerahan bak sampah. Foto: Istimewa/ITN Malang.
MALANG — Tim dosen Institut Teknologi Nasional Malang mendampingi warga Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, memilah sampah dari rumah melalui program pengabdian kepada masyarakat. Berdasarkan publikasi kampus yang diperbarui 8 September 2026, pendampingan disertai pembagian bak sampah untuk memisahkan sampah basah dan kering di wilayah 15 RW.
Fakta Kunci
- Program melibatkan dosen lintas disiplin dan Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan ITN Malang.
- Warga mendapat bak sampah untuk dua kategori, yakni basah dan kering.
- Tujuannya menekan sampah tercampur yang dibawa ke tempat pemrosesan akhir, bukan klaim bahwa volume sampah sudah terbukti turun.
Pemilahan Dimulai dari Dapur
Ketua tim pengabdian, Hardianto, menjelaskan bahwa pemisahan awal menjadi persoalan penting dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Sisa dapur dan dedaunan masih sering masuk ke wadah yang sama dengan plastik maupun kemasan. Ketika semuanya bercampur, proses pengolahan berikutnya menjadi lebih sulit.
Dalam keterangan kepada Humas ITN Malang pada 28 Agustus 2026, dosen Teknik Lingkungan tersebut menekankan perlunya pemilahan yang konsisten. Tim tidak hanya menyerahkan sarana, tetapi juga mengajak warga membahas dampak lingkungan dan kemungkinan pemanfaatan sampah yang telah dipisahkan.

Potensi Manfaat Memerlukan Kebiasaan Baru
Menurut Hardianto, sampah kering yang masih memiliki nilai, seperti plastik, kertas, dan logam, dapat disalurkan melalui bank sampah. Sementara itu, sampah basah dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk tanaman pekarangan. Penjelasan ini merupakan potensi pengolahan, bukan laporan pendapatan baru yang telah diterima warga.
Keterlibatan mahasiswa dan dosen dari berbagai bidang mendukung edukasi, pengkajian karakteristik sampah, serta pemilihan wadah yang praktis. Publikasi kampus menyebut bak sampah dibagikan ke rumah warga di 15 RW, tetapi tidak mencantumkan jumlah keseluruhan unit atau rumah tangga penerima.
Pendampingan Tidak Berhenti pada Pembagian Bak
Lurah Candirenggo, Melani Astuti, menyampaikan apresiasi atas program tersebut dalam dokumentasi tim yang dikutip ITN Malang. Ia berharap kegiatan ini meningkatkan kepedulian warga terhadap pengelolaan sampah dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan.
Tim kampus merencanakan evaluasi berkala untuk menjaga keberlanjutan program. Hardianto mengingatkan bahwa pemahaman tentang kebersihan belum otomatis menjadi kebiasaan sehari-hari. Karena itu, hasil akhirnya tetap bergantung pada konsistensi pemilahan dan pendampingan, bukan semata tersedianya tempat sampah baru.