SUMENEP, PantauJatim.Com – Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, SMAN 2 Sumenep menggelar acara Pisah Kenang bagi para guru yang memasuki masa purnabakti serta guru yang menjalani tugas baru melalui proses mutasi, Jumat (5/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan SMAN 2 Sumenep itu menjadi momen penting yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga penuh inspirasi bagi seluruh guru dan tenaga administrasi SMA Negeri 2 Sumenep. Adapun guru purnatugas adalah Drs. H. Edy Supratman, M.Pd., Drs. Bambang Hariyanto, dan Drs. Burhanudin. Sedangkan guru yang dimutasi adalah Fujianto, S.S., M.Pd. dan Isa Yudawati, S.Pd.
Sebelum acara inti dimulai, guru SMAN 2 Sumenep yang mempunyai talenta tarik suara menghibur guru purnatugas dan mutasi dengan menyanyikan beberapa jenis musik. Selain jenis lagu yang dinyanyikan, sesi ini juga didukung suasana gedung pertemuan yang sejuk sehingga mengawali suasana hangat dan haru acara Pisah Kenang ini.

Acara dimulai dengan sambutan Plt. Kepala SMA Negeri 2 Sumenep yang mengapresiasi pengabdian panjang para guru senior. Mereka telah memberikan dedikasi, ilmu, dan teladan selama bertahun-tahun, serta menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah dalam mencetak generasi bangsa.
“Pengabdian Bapak dan Ibu tidak akan pernah kami lupakan. Jejak langkah dan nilai-nilai yang ditanamkan akan terus menjadi cahaya bagi kami,” ujar H. Maswiyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Plt. Kepala SMAN 2 Sumenep.
“Acara Pisah Kenang ini tidak hanya sekadar seremonial saja. Namun, sebagai babak baru untuk guru yang purnatugas dan guru mutasi agar lebih berkarya dan berprestasi, serta mereka melaksanakan kegiatan dengan kebahagiaan,” tambah H. Maswiyanto, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu, H. Pratondo, M.Pd., selaku perwakilan guru dan Tenaga Administrasi Pendidikan SMAN 2 Sumenep, dalam sambutannya mengatakan, “Karena aturan ASN dalam hal ini, PNS yang sudah usia batas maksimal memasuki pensiun maka pegawai ASN harus purnatugas. Pensiun bagi PNS perlu disyukuri karena Allah memberi kesehatan. Ini hadiah dari Allah yang diinginkan terhadap setiap PNS.”
“Perpindahan tugas atau mutasi di tempat adalah hal yang biasa di ASN dan bukanlah perpisahan, melainkan langkah baru untuk menapak perjalanan yang lebih luas. Semoga Bapak dan Ibu sukses dan semakin berkembang serta berkarya di tempat yang baru, sekolah kami terbuka jika suatu saat Bapak atau Ibu bersilaturahmi,” kata H. Pratondo, M.Pd.
Pada kesempatan tersebut, para guru purnabakti juga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan. Beberapa di antara mereka mengungkapkan rasa haru sekaligus bangga telah menjadi bagian dari keluarga besar sekolah. Mereka berharap sekolah terus berkembang dan para guru muda dapat melanjutkan perjuangan dengan penuh semangat.

“SMAN 2 Sumenep ini bukan sekadar rumah kedua bagi saya. Namun, sekolah ini ibarat sebagai laboratorium yang sangat bermanfaat karena apa yang saya peroleh di bidang sarpras saya terapkan di sekolah baru,” kata Fujianto S.S., M.Pd., salah satu guru yang mutasi saat menyampaikan sambutannya.
Pada saat yang sama, salah satu guru purnatugas, Drs. H. Burhanudin, saat giliran menyampaikan sambutan mengatakan, “Manusia hidup dalam batas yang digariskan waktu. Demikian juga saya sebagai PNS dibatasi waktu purnatugas. Namun, bukan perpisahan, melainkan babak baru untuk tetap berkarya di bidang tertentu.”
Hal tersebut senada dengan sambutan dari Drs. H. Edi Supratman, M.Pd., yang juga salah satu guru purnatugas. Dalam sambutannya, ia mengatakan, “Memasuki masa pensiun bukanlah akhir pengabdian, melainkan awal babak baru untuk berkarya. Saya berharap, meskipun tidak lagi berada di SMAN 2 Sumenep, saya tetap ingin dianggap keluarga besar SMAN 2 Sumenep.”
Acara Pisah Kenang ini terasa lebih akrab saat Drs. Bambang Hariyanto, salah satu yang purnatugas, memberikan pesan. Dalam sambutannya ia mengatakan, “Saya bukan sebagai seseorang yang telah menjadi apa-apa, tetapi sebagai guru biasa yang sejak awal memang hanya ingin menjadi guru. Sejak pertama kali saya berada di SMAN 2 Sumenep ini, saya berjanji bahwa pengabdian saya ada di ruang kelas saja, di tengah anak-anak. Ini sudah kehormatan paling tinggi.”
Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan, sesi foto bersama, dan salam perpisahan yang penuh kehangatan dengan tatanan lampu dan udara sejuk seakan-akan acara ini dilaksanakan malam hari. Tidak hanya tatanan suasana saja, iringan lagu lawas berjudul Kemesraan memberikan kesan mendalam bagi semua guru dan tenaga administrasi pendidikan, berharap para pendidik yang dilepas dapat terus menginspirasi di mana pun berada.

Momentum regenerasi melalui pelepasan purnabakti dan mutasi ini juga menjadi bukti komitmen SMAN 2 Sumenep dalam menjaga kualitas pendidikan yang berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. Sinergi yang terjalin antara para pendidik senior dan tenaga pengajar baru diharapkan mampu menciptakan iklim akademik yang kondusif, sekaligus memperkuat posisi sekolah sebagai salah satu institusi pendidikan unggulan yang siap mencetak sumber daya manusia berkualitas dan berkarakter.
Melalui kegiatan ini, sekolah menegaskan bahwa setiap perjalanan memiliki makna. Mengantar yang purnabakti dengan rasa hormat dan mengiringi yang mutasi dengan penuh doa adalah wujud apresiasi dan harapan terbaik bagi para pendidik yang telah dan akan terus mengabdi. (TONDO GROUP)
